Pages

Subscribe:

Jumat, 05 Juni 2015

Memotivasi Diri Sendiri

Bagaimana Memotivasi Diri Sendiri Ala Muhammad Imam Fathoni

Sekarang ini banyak bermunculan bisnis motivasi di Indonesia. Tujuannya tak lain adalah untuk memotivasi tentunya. Banyak motivator-motivator hebat seperti Tung Desem Waringin, Andrie Wongso, James Gwee, dan masih banyak lagi yang dibayar mahal hanya untuk membangkitkan gairah hidup kita dengan motivasi-motivasinya. Memang biasanya untuk mengikuti seminar motivasi perlu investasi yang cukup menguras kantong, tapi ternyata masih banyak juga orang yang membutuhkan motivasi. Bahkan sampai berjuta-jutapun rela dikeluarkan hanya untuk yang satu ini. Dan pada umumnya hasil yang didapat setelah melakukan seminar motivasi adalah BOOOMMM !!!1 mereka akan bersemangat, bergairah, dan LUARR BIASAA. Orang-orang seperti mendapatkan energi baru untuk menjalani kehidupannya. JOOOSSS bukan ????

Tapi biasanya semangat itu cuma bertahan tidak sampai satu minggu. Bahkan terkedang tiga hari saja tidak sampai, baterai energi dan semangat tadi menunjukkan tanda low bat. Lha terus bagaimana ??? HARUS DI CHARGE LAGI !!!  Berati kluar duit lagi dong ??? Tenang, sebenarnya ada cara untuk mengisi semangat kita lagi tanpa perlu mengikuti seminar motivasi. Cara ini tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun, karena cara ini adalah dengan memotivasi diri kita sendiri.  Pengin tau caranya ???? Come on !!!

Cara-cara berikut ini adalah cara original ciptaan saya sendiri, dan apabila ada kesamaan itu bukan merupakan kesengajaan. Check it out !

Pada dasarnya semangat kita dipengaruhi oleh mood kita. Dan mood kita dipengaruhi oleh keadaan kita pada saat itu. Hari ini mungkin kita bisa sangat bersemangat, tapi besoknya mungkin bisa juga sangt loyo. Hal itu pasti dialami hampir setiap orang. Ya hal itu dipengaruhi oleh kondisi disekitar kita. Kondisi mood tidak stabil seperti itu pada akhirnya mempengaruhi kinerja dan produktivitas kita. Terus bagaimana agar mood kita tetap terjaga dalam kondisi prima terus. Pertama yang harus dilakukan adalah kita harus membuat tubuh kita mendukung emosi kita. Maksudnya bagaimana ? Maksudnya tubuh kita harus kita posisikan dalam keadaan prima. Semisal contoh, dalam keadaan sedih, pada umumnya orang akan cemberut dan menundukkan kepalanya. Sekarang kita ubah, dalam keadaan sedih coba kita angkat kepala kita lalu tersenyum. Bagaimana efeknya ? LUARRR BIASAAA. Kesedihan yang awalnya kita rasakan, akan berkurang sangat drastis hanya dengan memposisikan tubuh kita menjadi posisi semangat. Contoh lain adalah ketika kita dalam keadaan sangat sangat sangat marah. Muka kita memerah dan rasanya ingin menghancuarkan apa yang ada di sekitar kita. Kita ubah kondisi itu dengan mengangkat muka kita dan senyum lebar-lebar. Seketika itu juga kemarahan kita dapat terkontrol dan orang disekitar kita pastinya juga tidak jadi takut. Silakan dicoba sendiri-sendiri, anda akan meraskan perubahan dalam diri anda.  Walaupun mungkin pada awalnya perlu sedikit dipaksakan, tapi apabila sudah terbiasa anda akan dapat mengontorl mood anda menjadi selalu dalam keadaan prima.

Ketika kita sudah membuat tubuh kita dalam keadaan prima, tentunya kita harus melangkah ke step selanjutnya. Kita harus bisa membiuat diri kita TAKE ACTION. Hal ini biasanya yang menjadi problem bagi setiap orang, walaupun sudah ikut semninar motivasi berkali-kali tapi tetap saja sulit untuk dilakukan. Paling action itu bisa dilakukan maksimal satu minggu setelah mengiktui seminar, setelah itu DOORRR pecah lagi semangatnya. Lalu bagaimana agar kita harus senantiasa bisa TAKE ACTION. Yang pertama yang perlu diperhatikan adalah selalu mengingat ingat tujuan kita. We have to know what is our purpose in our life. And when we have decided that, we have to reach that. Jadi intinya adalah dalam kehidupan in, kita harus memiliki tujuan hidup kita terlebih dahulu. Kita harus tau jalan mana yang kita pilih untuk melangkah. Karena setiap orang memiliki jalan hidupnya masing masing.  Seperti contoh si Budi bercita-cita ingin menjdai dokter, si Ani bercita cita menjadi Manajer, si Rusli bercita cita cita ingin menjadi pengusaha, dan si Betty yang memiliki cita cita menjadi kaya. Semua itu ada jalannya... Pada umumnya semakin tinggi cita-cita kita, akan semakai panjang pula jalan kita untuk meraihnya. Dan biasanya jalan yang panjang inilah yang tidak ingin dilalui oleh semua orang.  Padahal untuk mencapai tujuan kita teresebut hanya ada dua pilihan, lewati jalan itu atau berhenti di  tengah jalan.  Untuk menentukan pilihan ini kita harus senantiasa berpikir apa yang saya dapatkan jika saya bisa mencapai ke ujung jalan sana.  Dan apa yang akan terjadi jika saya berhenti di tengah jalan. Kita harus benar-benar matang memikirkan itu. Kita harus selalu memikirkan hal yang terbaik untuk bisa mencapai tujuan kita. Dan hal yang terburuk ketika kita tidak bisa meraihnya. Semisal ketika sesorang bercita cita menjadi seorang dokter, ia harus berfikir yang terbaik dan yang terburuk. Ia harus berfikir ketika ia bisa menjadi seorang dokter, maka kehidupannya akan jauh lebih baik, ia akan dapat bermanfaat bagi keluarga atau kerabatnya yang membutuhkannya, ia kan membuka peluang untuk mencapai cita cita yang lebih tinggi, dan tentunya masih banyak lagi. Dan ia juga harus berfikir ketika ia tidak bisa menjadi dokter, maka sia-sia uang yang begitu banyak yang telah dikeluarkan, ia akan menambah beban keluarga, ia akan pengangguran dan memperkecil jalan untuk mencapai cita-cita lainnya, dan segala keburukan lainnya. Kita harus membayangkan jika hal tersebut akanlah menyakitakan jika sampai terjadi. Kita harus selalu mengingat itu dimanapun kita berada.  Jadi yang pertama harus kita lakukan untuk selalu bersemangat dalam mengejar cita-cita kita adalah dengan mengingat terbaik yang akan kita dapatkan dan terburuk apabila kita gagal.  Selalu ingat itu.

Selanjutnya untuk memotivasi diri kita adalah dengan meningkatkan kepercayaan diri kita. Kepercayaan diri merupakan salah satu faktor penting untuk kita selalu TAKE ACTION. Kenapa ? coba kita lihat, orang yang memiliki keprecayaan diri tinggi cenderung akan melakukan apapun yang diinginkannya tanpa takut tentang apa yang akan dikatakan orang lain. Karena apa ? Karena ia merasa percaya apa yang dia kerjakan. Dalam percaya diri kita harus berpatokan bahwa segala sesuatu yang dinilai benar, maka halal untuk dikerjakan. Walaupun menurut orang lain hal tersebut adalah hal yang aneh ataupun memalukan, tapi asal hal itu masih bernilai benar maka sah untuk dilakukan. Kebanyakan orang merasa tidak percaya diri  karena belum pernah melakuaknnya  sebelumnya. Padahal jika kita tidak pernah mencoba, maka kita juga tidak akan pernah bisa bukan ? Selalu ingat prinsip akibat terbaik ketika kita berhasil, dan akibat terburuk ketika kita gagal di atas.  Itulah tujuan anda. HARGA MATI. Anda harus mendapatkannya. Maka lakukan saja apa yang kita anggap benar dan bermanfaat. Tatap lurus kedapan, jangan terpengaruh oleh hal-hal yang dapat menghambat jalan kita. Untuk membuat kepercayaan diri kita, kita dapat menggunakan jurus yang pertama yaitu membuat tubuh kita prima. Orang akan terlihat percaya diri jika posisi tubuhnya juga mendukungnya. Orang percaya diri pasti selalu tegak, memiliki langkah pasti dan wajah selalu memandang ke depan. Karena bahasa tubuh tidak akan pernah berbohong.

Selain karena belum pernah mencoba sebelumnya, hal yang sering membuat kita merasa tidak percaya diri adalah malu. Malu merupakan lawan dari percaya diri. Oleh karena itu, sebisa mungkin harus disingkirkan rasa malu itu. Kita seringkali melakukan kesalahan dalam melakukan sesuatu atau melakukan hal yang sangat memalukan. Dan karena kejadian tersebut kita sering kapok untuk melakukannya lagi. Tapi itu adalah langkah yang salah... Selalu tetaplah percaya diri walaupun sebenarnya anda malu. Tanamkanlah pikiran anda saat kita sudah melakukan hal memalukan saat itu maka kita tidak akan pernah melakukannya lagi besok, itu adalah pembelajaran bagi kita. Buat rasa malu tersebut menjadi dorongan bagi kita kalau kita bisa melakukannya lagi lebih baik. Buat rasa malu itu sebagai evaluasi apa yang salah dari yang telah kita lakukan. Setelah kita evaluasi, kita tau bagaimana kita harus bersikap dan TAKE ACTION LAGI. Kita harus mencoba lagi. Pada kesan orang terhadap kita ketika kita melakukan hal yang memalukan adalah mengangap diri kita sebagai orang yang bodoh, tetapi jika kita bisa membuat sesuatu yang memalukan tadi menjadi lebih baik dan secara kontinu, maka orang orang akan memandang kita sebagai orang yang luar biasa.  Tentu kita ingin dipandang sebagai orang yang luar biasa. Maka perbaikilah hal yang memalukan itu dengan memperbaikinya lagi dan lagi dan tentunya disertai kepercayaan diri yang tinggi.

Ketika kita sudah percaya diri dan tau bagaimana efek keberhasilan maupun kegagalan cita-cita kita, langkah terakhir yang harus kita lakukan adalah dengan tau bagaimana caranya. Hal ini amat sangatlah penting untuk meningkatkan motivasi diri kita. Ketika kita sudah tau manis pahitnya efek yang ditimbulkan dari cita-cita kita, tanpa kita tau jalan untuk mencapainya maka kita tidak memiliki dorongan untuk segera bertindak. Kita bingung harus melangkah bagaimana, apakah kita harus melakukan A dulu atau B dulu. Ketika kita menentukan tujuan kita, kita juga harus menyusun step stepnya. Dimana setiap step ini adalah kewajiban kita untuk meraihnya, dan merupakan hal yang harus didapatkan. Apabila tidak selalu ingat kesakitan yang akan kita rasakan ketika kita gagal mencapai tujuan kita. Dengan kita tau step-step untuk meraih tujuan kita, maka kita akan  lebih mudah dalam mengatur apa yang akan kita lakukakn setelah ini. Kita akan bisa membuat timeline hidup kita. Jadikan timeline itu sebagi pemacu diri kita melakukan yang terbaik dan selalu tepat sasaran. Selalu pikirkan ketika gagal melakukan salah satu dari timeline kita, maka presentase keberhasilan kita sudah berkurang sekian persen. Buatlah hal tersebut sebagai pemacu diri kita untuk selalu bersemangat.


Tips tips diatas adalah sedikit dari saya tentang bagaimana memotivasi diri kita sendiri. Tentunya masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk memotivasi diri kita sendiri. Tips diatas hanya merupakan apa yang saya lakukan ketika memotivasi diri saya sendiri. Semoga dapat bermanfaat.

Kamis, 12 September 2013

Motivasi Sebelum Tidur...

'Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja'

Apa makna dari pepatah kuno Rusia ini?


Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu/masalah menghantam, kita akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi remuk redam.

Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.
Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. Mental baja adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.

Mengapa demikian?


Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa 'masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik'. Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yg lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.


Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru!


Jika kita adalah 'baja', kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita.


Sebaliknya jika kita 'kaca' maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.

Jumat, 05 Oktober 2012

Melepas Stress Dalam Diri Anda

Berikut ini saya akan memberikan tips kepada anda bagaimana melepas stress dalam diri anda. Semoga tips ini dapat membantu mengurangi masalah anda. Adapun caranya adalah sebagai berikut :
  1. Melihat fenomena alam seperti matahari terbit dan matahari terbenam. Saat melakukan hal ini  cobalah nikmati alam yang sedang ada di depan Anda tersebut. Nikmati keindahannya. Ketika melihat matahari terbit di pagi hari juga ditambah dengan merasakan hembusan udara pagi yang segar. Hal ini dapat merefleksikan otak atau saraf - saraf yang tegang. 
  2. Ketika siang hari yang berawan cobalah amati awan - awan yang bergantung di langit membentuk pola - pola tertentu. Amatilah perubahannya, pergerakannya. Rasakan hembusan angin yang menerpa wajah Anda. Dan cobalah berimajinasi dengan bentuk awan - awan tersebut. Hal ini mungkin dapat membuat Anda tertawa sendiri karena imajinasi yang Anda bayangkan, ini bukan gila, tapi refleksi otak.
  3. Di malam hari yang cerah tak berawan cobalah keluar rumah. Bagi yang memiliki balkon mungkin akan lebih membantu. Tataplah langit malam, usahakan pada tempat yang tidak banyak lampu kota. Lihatlah bulan yang bergantung di sana, dan jutaan bintang yang berkelip menyapa Anda. Padukanlah dengan merasakan hembusan angin yang seakan lewat untuk menyapa Anda. Mungkin juga dapat melakukan imajinasi pola - pola bintang yang ada. Pada saat itu jangan memikirkan masalah apapun, nikmatilah keindahan alam di sekitar.  Tutuplah mata Anda, cobalah merasakan pergerakan angin, gesekan dedaunan, rasakan iramanya. Mencobalah bersyukur dan sadarlah bahwa banyak hal - hal di sekitar kita yang mungkin tidak pernah Anda rasakan sebelumnya karena kesibukan Anda. 
  4. Jika Anda berada di daerah perkotaan yang sangat padat dan tidak ada pemandangan alam apapun tidak masalah. Refleksi diri dapat dilakukan di kamar Anda. Saat sebelum tidur janganlah langsung tidur. Pejamkan mata Anda tapi usahakan tetap terjaga. Di dalam kegelapan itu cobalah mengingat kegiatan apa saja yang Anda lakukan hari itu. Bayangkanlah diri Anda menyaksikan Anda sendiri yang sedang melakukan aktivitas hari itu. Jangan menggerutu dahulu ketika Anda mungkin menyaksikan kerepotan Anda hari itu, tetaplah pejamkan mata dan biarkan itu mengalir dahulu. Kira - kira 5-10 menit kemudian cobalah berpikir, betapa hebatnya diri Anda dapat melakukan hal - hal berat seperti yang Anda saksikan sendiri tersebut, sekali lagi jangan mengeluh. Pikirkan bahwa Anda masih dapat melakukan yang kebih dari itu, maka akan timbul semangat untuk hari esok. Setelah itu segeralah tidur dan pikirkan bahwa esok selalu lebih baik. 
  5. Esok hari usahakanlah bangun tidur pagi - pagi. Paling tidak sebelum matahari terbit sudah bangun. Keluarlah sejenak menikmati udara luar dan pemandangan alam lainnya. Pagi hari adalah kesempatan untuk mendapatkan udara besih dan segar. Kemudian setelah bersiap - siap akan melakukan aktivitas, pikirkan dalam diri Anda tanamkanlah bawa "Hari ini akan menjadi hari yang baik, ketika Saya berpikir positif." Awali segala urusan dengan doa, selalulah tersenyum seberat apapun yang sedang di hadapi. 
  6. Cobalah mendengarkan musik atau lagu - lagu yang di senangi. Pada hari Minggu atau mungkin ketika ada waktu lain. Bersenang - senanglah, teriaklah, tidak usah peduli apakah suara Anda baik atau buruk yang penting Anda dapat rileks. Rasakanlah sensinya. 
  7. Jangan terlalu banyak tidur siang. Karena di mana saat Anda tebiasa dengan tidur siang itu kemudian tiba - tiba tidak dapat tidur siang, hal itu akan membuat diri Anda seakan capek sekali. Usahakan tidur tidak terlalu larut. Jika merasa kurang tidur gantilah waktu tidur Anda itu pada malam Minggu atau di hari Minggu. Keesokannya jalani hari seperti biasa. 
  8. Buatlah kamar atau ruang Anda senyaman mungkin. Selalulah tertata rapi atau paling tidak tidak seperti kapal pecah. Mungkin awalnya Anda merasa biasa saja, namun di mana saat Anda pulang dari kegiatan yang melelahkan di hari tersebut kemudian masuk ke dalam ruang atau kamar Anda yang berantakan, itu akan memicu emosi Anda. Hal ini tidak Anda sadari, kalau tidak percaya cobalah. 
Itu adalah sebagian kecil dari cara - cara untuk mengurangi rasa stress, lelah, emosi, capek, dll.  Semua rasa itu diri Andalah yang dapat mengatasi. Pahamilah diri Anda, pekalah.



Source : ariqazmi.blogspot.com

Jumat, 07 September 2012

Pelajaran Hidup 5 September 2012....

KISAH INI NYATA DARI PENGALAMAN PRIBADIKU

Seperti biasa aku bangun pukul 04.30. Pagi itu berjalan seperti pagi-pagi sebelumnya. Pukul 05.45 aku pamitan untuk pergi sekolah dan tak lupa aku berdo'a dan berharap agar hari ini dapat lebih beruntung dari hari sebelum-sebelumnya. Sesampainya di sekolah, seperti biasa motorku aku parkir di sebelah selatan di barisan depan. Sebelum masuk, tak lupa aku selalu menuliskan sebuah kata di tanganku 'hari ini aku harus lebih baik dari hari sebelumnya' yang berisi harapan dan motivasiku untuk hari ini. 

Hari-hari di sekolah berjalan seperti apa adanya. Tapi entah kenapa pada hari itu aku sangat bersemangat untuk menerima materi pelajaran. Hingga aku tak merasa jika 8 jam pelajaran telah aku lewati. Aku merasa hari itu waktu berjalan sangat cepat.

Seperti biasa, aku tidak langsung pulang ke rumah. Melainkan kumpul-kumpul menghilangkan penat di depan kelas XI IPA 6. Sepertinya hari itu semua orang terlihat sibuk. Ya, karena hari itu banyak subsie, OSIS, atau MPK yang aku tak tau sedang berkumpul apa. Belum lagi ditambah anak kelas X yang sedang mengikuti lomba KUS. Seakan hari itu semua orang terlihat sibuk kecuali aku.

Cukup lama juga aku ngobrol di depan XI IPA 6, sampai aku memutuskan untuk turun ke base camp Palasmaga. Disana ada latihan wall climbing. Daripada bosan seperti biasa ikut kegiatan Palasmaga. Lagipula sudah lama aku juga tidak naik wall. Tapi seperti biasa juga aku tidak dapat mencapai puncak. Bahkan justru tanganku menjadi kaku semua karena belum sempat pemanasan. Karena sudah agak lelah, setelah sholat Ashar aku langsung pulang.

Namun mungkin karena kecapekan dan kehausan, aku mampir sebentar di HIK dekat Solo Baru. Disana aku memesan satu es teh manis. Sebenarnya pelajaran itu dimulai baru saat aku berada di HIK ini. Aku melihat laki-laki  lumayan kekar tinggi namun sedikit tua, dengan pakaian seperti pulang dari pabrik keluar dari masjid dan menuju HIK tempatku berada. "Jeruk anget nggih pak." pesannya kepada penjual di HIK. Dia duduk di dekatku. Awalnya aku hanya biasa saja. Lalu dia mengajakku ngobrol. "Baru pulang sekolah ?"(semua dialog dengan bahasa jawa). "Iya Pak. Bapak dari mana ?" "Habis pulang kerja. Udah sore kok baru pualng ?" Aku jawab saja karena ada kegiatan. Lama kami berbincang sampai akhirnya aku tau alamat rumahnya yang ternyata satu jalur denganku. Dalam perbincangan panjang tersebut ia juga menceritakan kehidupan masa lalunya yang ternyata sangatlah suram. 

Dulu ia pernah dipenjara dua kali. Yang pertama akibat sabung ayam dan yang kedua karena menjual nomor togel. Dulu dia adalah preman di kampungnya. Perilakunya dulu sangatlah kotor.  Judi adalah pekerjaannya. Bahkan hanya karena judi, ia tidak mempedulikan anak dan istrinya. Bahkan pernah juga dalam keadaan mabuk ia hampir membunuh orang, tapi untung saja ada orang yang mencegahnya. Namun sekarang ia telah sadar dan bertaubat. Awal ia bertaubat adalah ketika ia dipenjara untuk kedua kalinya. Dalam penjara ia bermimpi bahwa ia sakit dan hampir mati tetapi istri dan anaknya terus mendo'akannya agar terus bertahan. Dan ketika ia terbangun ia sempat meneteskan air matanya.

Setelah keluar dari penjara ia berniat untuk bertaubat dan tidak akan melakukan judi lagi. Ia melamar pekerjaan kesana kemari tetapi banyak yang menolaknya mentah-mentah. Mungkin karena masa lalunya yang suram. Ia seperti memulai hidup dari awal kembali. Selama beberapa bulan ia tidak bekerja. Dan ia mencukupi kebutuhan keluarganya hanya dengan hutang tetangga. Namun, ia tetap tidak menyerah dalam mencari pekerjaan. Sampai akhirnya ia diterima sebagai buruh di pabrik di daerah Baki Sukoharjo. Walaupun gajinya pas-pasan sebagai buruh, tetapi yang penting ia dapat mencukupi kebutuhan keluarganya dengan uang halal. Yang membuatku sangat salut kepada beliau adalah walaupun penghasilannya pas-pasan, namun ia tidak sungkan dalam membantu orang lain. Setiap bulan ia selalu menyisihkan uangnya untuk membantu anak-anak jalanan. Menurutnya walau nominalnya tidak besar, yang penting ikhlas dari hati. Sungguh beliau adalah salah satu ciptaan Allah yang sangat luar biasa.

Pukul 16.00 aku pulang. Bapak (sampai sekarang aku belum tau namanya) tadi nebeng karena rumahnya satu jalur denganku. Ia turun di dekat Puskesmas Wonosari. Dalam perjalanan pulang aku sempat berpikir jika bapak tadi dapat membantu orang lain kenapa aku tidak bisa. Setelah kejadian itu aku juga berpikir, bagaimana jika aku melakukan seperti bapak itu. Atau setidaknya aku dapat melakukan kegiatan sosial yang dapat membantu orang-orang yang hidup dalam kesusahan. Tapi aku tidak bisa melakukannya sendiri.

Banyak aku ceritakan kepada temanku di sekolah. Tapi tidak ada yang menanggapinya. Mungkin karena cara bicaraku sehari-hari aku sering cengengesan, sehingga ideku ini tidak ditanggapinya serius. Tapi aku ingin sekali membantu mereka. Dan oleh karena itu, aku tulis cerita ini di blog. Agar siapapun yang membaca dapat prihatin dan dapat membantu saya dalam upaya membantu orang-orang yang kekurangan. Dan bagi yang ingin membantu saya tolong sms ke no 085728333993. Terkhusus bagi orang Solo dan sekitarnya.

Terima Kasih

Sabtu, 01 September 2012

Josh Groban - You Raise Me Up

When I am down and, oh my soul, so weary;
When troubles come and my heart burdened be;
Then, I am still and wait here in the silence,
Until you come and sit awhile with me.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up... To more than I can be.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up... To more than I can be.

There is no life - no life without its hunger;
Each restless heart beats so imperfectly;
But when you come and I am filled with wonder,
Sometimes, I think I glimpse eternity.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up... To more than I can be.

You raise me up, so I can stand on mountains;
You raise me up, to walk on stormy seas;
I am strong, when I am on your shoulders;
You raise me up... To more than I can be.

You raise me up... To more than I can be.